Jangan malu berhijab besar sesuai syari'at!!

"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Memilih Untuk Memantaskan Diri

Aku hanya bisa berdoa kepada-Nya agar senantiasa diberikan kesabaran, kalaulah memang Allah meridhoi untuk kami berjodoh makan suatu saat nanti kami akan dipertemukan dalam keadaan yang lebih pantas.

AKU PERNAH ALAY sampai akhirnya dapat HIDAYAH dan BERHIJRAH.

Berawal dari memulai perjalanan menjadi alay. Saat itu sedang booming-boomingnya main facebook di seusia saya , mmmm.. atau hanya saya saja yg merasa ? hihi..Saya selalu tak ketinggalan waktu untuk meng-update apapun yang terlintas di kepala saya.Sampai ada salah satu teman facebook saya yang berkomentar seperti ini :” situ ga ada kerjaan ya ? Tiap menit , jam , hari , bikin status mulu ..

Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya

Di dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qoyyim membagi hijrah menjadi 2 macam. Pertama, hijrah dengan hati menuju Alloh dan Rosul-Nya. Hijrah ini hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap orang

Makna Hijrah yang Kekinian

seorang Muslim harus bersikap profesional. Hijrah menjadi momen untuk selalu meningkatkan profesionalisme Muslim, baik dalam beribadah maupun bekerja. “Kita harus terus improve untuk bisa melakukan kebaikan,”

Sabtu, 21 Mei 2016

Kriteria Jodoh Yang Baik Menurut Islam 2

http://www.hikmatfashion.com/wp-content/uploads/2015/06/Wanita-Muslimah.jpg

Kriteria Memilih Calon Istri :
Dalam memilih calon istri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk, di antaranya :

1. Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik, karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. 

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda:
“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi).

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.

Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221).

Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman :
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)

Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya :
“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim).

2. Hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :
Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
Al Waduud berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk menikahinya.
Sedang Al Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak. Dalam memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang perlu diketahui :

a. Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari kehamilan.
Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para spesialis. Oleh karena itu, seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang baik dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping dapat memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas sebagai istri secara sempurna.

b. Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah menikah.
Sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.

c. Subur (mampu menghasilkan keturunan).
Penegasan poin (a): Di antara hikmah dari pernikahan adalah untuk meneruskan keturunan dan memperbanyak jumlah kaum muslimin dan memperkuat izzah (kemuliaan) kaum muslimin. Karena dari pernikahan diharapkan lahirlah anak-anak kaum muslimin yang nantinya menjadi orang-orang yang shalih yang mendakwahkan Islam. Oleh karena itulah, Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih calon istri yang subur,

تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم
“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I, Abu Dawud. Dihasankan oleh Al Albani dalam Misykatul Mashabih)

Karena alasan ini juga sebagian fuqoha (para pakar fiqih) berpendapat bolehnya fas-khu an nikah (membatalkan pernikahan) karena diketahui suami memiliki impotensi yang parah. As Sa’di berkata: “Jika seorang istri setelah pernikahan mendapati suaminya ternyata impoten, maka diberi waktu selama 1 tahun, jika masih dalam keadaan demikian, maka pernikahan dibatalkan (oleh penguasa)” (Lihat Manhajus Salikin, Bab ‘Uyub fin Nikah hal. 202).

 3. Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis (perawan), terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah.

Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat yang agung, di antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. Pada waktu yang bersamaan juga akan mengeratkan tali cinta kasih suami istri.

Sebab gadis itu akan memberikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tidak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya perbedaan yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebagian hikmah menikahi seorang gadis :
Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”

4. Mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan kekerabatan.
Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara hereditas. Sehingga anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya. Di samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.

Untuk kriteria memilih calon suami saya akan bahas di artikel yang berikutnya. Ikuti terus ya sahabat :)

Sumber : 

Kriteria Jodoh Yang Baik Menurut Islam 1

http://duniajilbab.co.id/wp-content/uploads/2015/04/tumblr_nmsnoc5NOz1u5cr2do1_1280.jpg 

Memilih calon istri atau suami tidaklah mudah bagi seorang muslim maupun muslimah. Memilih calon pasangan hidup membutuhkan waktu. Karena kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidupnya dengan cermat.

Wanita yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya. Sedangkan pria akan menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak istrinya. Maka dari itu, janganlah sampai menyesal terhadap pasangan hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak.

Lalu bagaimanakah supaya kita berhasil dalam memilih pasangan hidup untuk pendamping kita selama-lamanya? Adakah kriteria-kriteria khusus yang disyariatkan oleh Islam dalam memilih calon istri atau suami?

Kematian Awal dari Kehidupan

KEMATIAN bukan berarti kehidupan telah berakhir dan bukan pula tujuan akhir dari kehidupan. Kematian hanyalah bagian daari proses yang harus dijalani manusia menuju kehidupan abadi yaitu akhirat.

DUNIA adalh tempat dimana kita harusnya beribadah kepada Allah Ta’ala, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Sedangkan AKHIRAT tempat dimana kita menerima imbalan atas amal dan ibadah kita dan tempat dimana kita mendapat balasan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan di DUNIA.

Karena WAKTU ADALAH NAFAS YANG TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI, maka jadikanlah waktu yang masih tersisa dalam hidup kita menjadi waktu yang bermanfa’at untuk dunia dan akhirat.

Semoga tulisan ini dapat memberikan hikmah, baik kepada penyampai maupun kepada pembaca.

Sumber: (Line) Love Islam

Jumat, 20 Mei 2016

Manfaat membaca Al-Qur’an

Assalmu’alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang utama, karena memberikan banyak manfaatnya kepada para pembacanya dengan lancar atau tidak. Inilah manfaatnya jika kita membaca Al-Qur’an :

1. Mendapatkan Pahala
Rosulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang membaca satu huruf kitab Allah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan hururf itu, dan satu kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif, Lam, Mim, itu satu huruf. Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Timidzi)

2. Memberikan kehormatan bagi kedua orang tua
“Siapa saja membaca Al-Qur’an, mempejarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya, dan sinarnya bagaikan sinar matahari, dan diberikan pada orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi dunia.”
Keduanya pun bertanya, “Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?”
Dijawab, “karena anakmu telah membaca Al-Qur’an.” (HR. Al-Hakim)

Nabi shollallahi ‘alaihi wa sallam bersabda,
Maksudnya, “Siapa yang membaca Al-Qur’an dan beramala dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada dirumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramala dengan ini (Al-Qur’an).” (HR. Abu Daud)

3. Mendaatkan syafa’at di hari kiamat
“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim)

“Puasa dan Al-Qur’an keduanya akan memberikan syafa;at kepada seorang hamba pada hari kiamat.” (HR. Al-Hakim)

Diriwayatkan dari Abu Huroiroh ra, bahwa Rosululloh SAW bersabda:
“Siapa yang mendengar satu ayat daripada kitab Allah Ta’ala (Al-Qur’an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahaya di hari kiamat.”

4. Mendapatkan ketenangan
“Tidak berkumpul suatu kaum di salaha satu rumah Allah SWT, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan emreka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi Rahmat, diliputi para malaikat dan disanjung oleh Allah dihafapan para makhluk dan disisi-Nya.” (HR. Abu Daud)

“…dan hati mereka jadi tenteram dengan mengingat Allah, ingatlah hanya dengan mengingat Allah hti menjadi tenteram.” (QS. 12: 28)

5. Membuat tubuh lebih sehat
“Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat : madu dan Al-Qur’an.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud)

Wallahu a’lam bish showab.

Jadi jangan ditunda-tunda lagi ya sahabat untuk mengamalkannya !

Sumber: (Line) Love Islam

Tangisan Seorang Wanita

Seringkali wanita menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan. 

Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita.

Suatu hari, ada seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal dengan pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan, sungguh bosan.

Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, iapun sujud dan berdoa meminta pertolongan pada Tuhan.
“Tuhan, mengapa sih wanita sering menangis ? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarkannya,” keluh pria itu.

Jawab Tuhan kepadanya:
“Karena wanita itu unik. Aku menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa.
Ku kuatkan bahunya untuk anak-anakmu kelak.
Ku lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman.
Ku kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.
Ku teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.
Ku beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi.
Ku hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian.
Ku buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian.
Ku buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia.
Ku buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan.

Tapi jika suatu saat ia menangis, itu karena Aku memberinya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan.”

Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. “Aku akan membantumu mengahpus luka batin itu…”
Jadi, jangna pernah menyakiti wanita.

Sumber: (Line) Love Islam

Senin, 16 Mei 2016

Tips Cantik Islami



Tahukah sahabat muslim, tak asing lagi kalau perempuan di zaman sekarang ini sedang berlomba-lomba agar tetap cantik, bahkan tidak sedikit yang mengeluarkan uang sampai berjuta-juta. Berbagai macam cara akan di lakukan oleh perempuan untuk merawat tubuhnya misalnya seperti sulam alis, sulam bibir, totok wajah dengan menaruh jarum pada wajahnya agar terlihat lebih muda dan berseri.

Astagfirullah, seharusnya kita bersyukur dengan karunia yang sudah di berikan Tuhan kepada kita. Kita wajib menjaganya namun tidak untuk merubahnya. Namun perlu di ketahui bahwa hakikatnya kecantikan sejati itu adalah yang terpancar dari hati. Bicara masalah kecantikan seorang perempuan ? di sini saya akan sedikit memberikan tips agar tetap cantik secara alami kepada sahabat muslim ?

Untuk wajah agar selalu berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari dengan air wudlu. Jangan langsung di keringkan dengan handuk biarkan menetes dan kering dengan sendirinya, lalu ambillah sajadah, sholat berdzikir, dan berdo’a. Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyuman, tidak hanya di bibir tapi juga di hati. Maksutnya adalah ketika akhlaq kita di perindah maka kecantikan akan terpancar dengan sendirinya atau bisa di sebut dengan inner beauty.

Dan masih banyak lagi tips-tips yang lain, itu tadi sedikit tips dari saya untuk para perempuan, bisa langsung di praktikkan kok, dan semoga bermanfaat ya sahabat muslim.

Minggu, 15 Mei 2016

Apa sih mahram itu ?



Seorang wanita tidak di bolehkan terlihat sebagian auratnya di depan laki-laki yang menjadi mahram baginya serta di depan sesama wanita tapi yang bukan muslimah, maka yang boleh terlihaat hanya wajah dan kedua telapak tangannya saja.
Sebaliknya, di depan suami sendiri seorang wanita di bolehkan terlihat semua bagian tubuhnya dengan halal dan sah.
Ngomong-ngomong bicara mahram. Apasih mahram itu sahabat muslim ? Mahram adalah semua orang yang haram untuk di nikahi selamanya karena sebab keturunan, persusuan dan pernikahan dalam syariat islam. Disini ada berbagai macam mahram, yang pertama adalah :

1. Mahram karena nasab

  • Al-umm, yaitu ibu kandung  dengan anak laki-lakinya adalah mahram
  • Al-bint, yaitu anak wanita dengan ayah kandungannya adalah mahram
  • Al-ukht, yaitu saudara kandung wanita kepada saudara laki-lakinya

2. Mahram karena mushaharah (besanan/ipar) atau sebab pernikahan

  • Ibu dari isteri (mertua wanita) dengan menantu laki-lakinya
  • Anak wanita dari isteri (anak tiri) dengan ayah tirinya
  • Isteri dari anak laki-laki (menantu perempuan) dengan mertua laki-lakinya
  • Isteri dari ayah (ibu tiri) kepada anak tiri laki-lakinya


3. Mahram karena penyusuan

  • Ibu yang menyusui dengan anak laki-laki yang di susuinya
  • Ibu dari wanita yang menyusui (nenek) dengan anak laki-laki yang di susui anak perempuanya
  • Saudara wanita dari ibu yang menyusui, dll.



Sumber : Ahmad Sarwat, Lc