Jangan malu berhijab besar sesuai syari'at!!

"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Memilih Untuk Memantaskan Diri

Aku hanya bisa berdoa kepada-Nya agar senantiasa diberikan kesabaran, kalaulah memang Allah meridhoi untuk kami berjodoh makan suatu saat nanti kami akan dipertemukan dalam keadaan yang lebih pantas.

AKU PERNAH ALAY sampai akhirnya dapat HIDAYAH dan BERHIJRAH.

Berawal dari memulai perjalanan menjadi alay. Saat itu sedang booming-boomingnya main facebook di seusia saya , mmmm.. atau hanya saya saja yg merasa ? hihi..Saya selalu tak ketinggalan waktu untuk meng-update apapun yang terlintas di kepala saya.Sampai ada salah satu teman facebook saya yang berkomentar seperti ini :” situ ga ada kerjaan ya ? Tiap menit , jam , hari , bikin status mulu ..

Hijrah Kepada Allah dan Rasul-Nya

Di dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qoyyim membagi hijrah menjadi 2 macam. Pertama, hijrah dengan hati menuju Alloh dan Rosul-Nya. Hijrah ini hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap orang

Makna Hijrah yang Kekinian

seorang Muslim harus bersikap profesional. Hijrah menjadi momen untuk selalu meningkatkan profesionalisme Muslim, baik dalam beribadah maupun bekerja. “Kita harus terus improve untuk bisa melakukan kebaikan,”

Sabtu, 28 Mei 2016

Manfaat Dan Keutamaan Sholat Tahajud

Assalamualaikum sahabat muslim, kali ini saya akan membahas tentang keutamaan sholat Tahajud. Bersyukurlah jika Allah selalu membangunkan kita di sepertiga malam-Nya.



Itu menunjukkan bahwa Allah menyayangi kita dan manfaatkanlah waktu itu, lawan rasa kantuk dan malas kita untuk bisa berdua dengan Allah dan bermunajat di sepertiga malam. Semoga Allah selalu membangunkan kita. Tetap istiqomah ya sahabat muslim!

Disini ada 9 manfaat dan keutamaan sholat Tahajud :
1. Mencegah dan menghapus dosa
2. Tanda orang bertaqwa
3. Melancarkan aliran darah
4. Melonggarkan rongga paru-paru
5. Salah satu jalan menuju surga
6. Menjernihkan pikiran
7. Meringankan hisab di akhirat
8. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
9. Menjadi hamba yang di cintai Allah

Nah itu tadi sembilan keutamaan sholat Tahajud, bagi sahabat muslim jangan lupa sholat Tahajud ya nanti malam, Wasalamualaikum Wr.Wb

Di Balik Doa Yang Tidak Terkabul



Di sini saya akan sedikit bercerita tentang seorang wanita yang mengharapkan doa-Nya terkabul sahabat muslim! Ada seorang wanita yang rajin berdoa, sholeha, anak baik-baik dan ia meminta sesuatu sama Allah. Hampir satu tahun doa-Nya belum di kabulkan. Dia melihat teman kantornya tak istimewa, sholat aja jarang. Tapi apa yang dia doain semunya terkabul, semua terpenuhi.

Akhirnya si wanita ini pergilah ke seorang ustadz, ia bercerita tentang doanya yang sulit terkabul sedangkan teman sekantornya malah dapat apa yang ia inginkan.
Tersenyumlah si ustadz ini, sambil menjawab pertanyaan dari si wanita tersebut. Istilahnya, seperti pengamen dengan penampilan yang tidak rapi, urakan, suaranya pun fals, orang pasti segera memberikannya uang agar cepat pergi dari tempat tersebut. Namun ketika ada pengamen dengan pakaian rapi, suaranya pun enak di dengar, orang akan membiarkan si pengamen itu berlama-lama menyanyi dan yang biasanya kita kasih hanya Rp.1000 saja, kini mendapat dua kalilipatnya Rp.2000.


Intinya ketika Allah melihat yang sholeha datang menghadapnya, Allah senang mendengarkan doa hambanya. Allah ingin bertemu hambanya dalam waktu yang lama. Bagi Allah, memberi apa yang hambanya inginkan itu sesuatu hal yang mudah. Tapi Allah membiarkan hambanya agar lebih khusyuk, lebih dekat lagi kepada-Nya. Aminn . . .

Minggu, 22 Mei 2016

Sifat Wanita Yang Tidak Mencium Bau Surga



Assalamualaikum sahabat muslim, kali ini saya akan membahas tentang seorang perempuan lagi nih hehe gak ada habisnya ya kalau bicara masalah perempuan ya sahabat muslim. Karena itu perempuan sangat istimewa.

Dalam hadits yang di riwayatkan oleh imam muslim dari Abu Hurairah di sebutkan beberapa sifat wanita yang  diancam tidak mencium bau surga di mana di sebutkan :
Yaitu para wanita yang
1. Berpakaian tapi telanjang
2. Maa-ilaat wa mumiilat
3. Kepala mereka seperti punuk unta yang miring

Menurut keterangan dari Imam Nawawi Dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. Wanita yang berpakain tetapi telanjang maksutnya wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur, wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna badanya.

Maa-ilaat maksutnya adalah tidak taat pada Allah dan tidak mau menjaga yang mesti dijaga, wa mumiilat adalah mengajarkan yang lain untuk berbuat sesuatu yang tercela.

Kepala mereka seperti punuk unta yang miring maksutnya adalah wanita yang sengaja memperbesar kepalanya dengan mengumpulkan rambut dan diatas kepalanya seakan-akan memakai sorban.

Innalillahi. . .
Mencium bau surga Allah nggak izinkan, apalagi menjadi salah satu penghuni surga. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang seperti itu ya sahabat muslim, maka dari itu segera kita perbaiki diri, perbaiki ibadah dan akhlaq. Semangat berhijrah! Waalaikumsalam Wr.Wb

Sumber : Catatan Hijrah Kinanti Setiawan



TETAPLAH ISTIQOMAH, INSYA ALLAH JANNAH

https://tarbiahmoeslim.files.wordpress.com/2013/11/1146684_609658132427028_523218496_n.jpg 

Keimanan kepada Allah menuntut sikap istiqomah. Keyakinan hati, kebenaran lisan dan kesungguhan dalam amal adalah unsur-unsur keimanan yang mesti dijalankan dengan istiqomah.

Istiqomah yang berarti keteguhan dalam memegang prinsip, menempuh jalan (agama) yang lurus (benar) dengan tidak berpaling ke kiri maupun ke kanan. Istiqomah ini mencakup pelaksanaan semua bentuk ketaatan (kepada Allah) lahir dan batin, dan meninggalkan semua bentuk larangan-Nya.

DIJANJIKANNYA SURGA

Di antara ayat yang menyebutkan keutamaan istiqomah adalah firman Allah Ta’ala,
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushilat: 30) 

Yang serupa dengan ayat di atas adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala,
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Ahqaf: 13-14) 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah: “Aku beriman kepada Allah“, kemudian beristiqamahlah dalam ucapan itu.” [HR. Muslim no. 38]

Sumber :

Taubat, Jalan Manusia untuk Kembali (3)

http://purwoudiutomo.com/wp-content/uploads/2012/02/syukur.jpg

***

Al-Quranul Karim telah menjelaskan tentang taubat sejati atau disebut dengan "Taubatan Nasuha." Dalam Surat at-Tahrim Ayat 8, Allah Swt berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian, dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dia; sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka. Mereka berkata:Ya Rabb kami! Sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Dengan demikian, orang yang bertaubat seperti orang yang terlahir kembali. Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa yang bertaubat dari dosanya maka ia seperti tidak melakukan dosa. Ia seperti orang yang baru lahir dari ibunya." Taubat akan mengosongkan jiwa orang yang bertaubat dari tekanan dosa dan mengembalikan kesucian yang dimilikinya ketika lahir sehingga penyesalan tersebut akan menimbulkan ketenangan dalam jiwanya. Ketika ketenangan jiwa telah ada dalam dirimanusiamaka ia akan menemukan kesuksesan besar dalam hidupnya.

Mungkin saja ada orang yang bertaubat dari perbuatan dosanya dan dalam waktu tertentu ia tidak melakukan dosa tersebut hingga pada akhirnya ia kembali melakukan dosa itu lagi, namun jika orang itu tidak berputus asa atas rahmat Allah Swt maka ia akan bertaubat lagi. Mungkin orang itu kelak akan berulang kali berbuat dosa dan berulang kali pula bertaubat, namun pada akhirnya ia benar-benar bertaubat dengan taubatanNasuha.

Di sisi lain, mungkin saja ada seseorang yang telah melakukan dosa namun sayangnya ia juga putus asa darirahmat Allah Swt dan tidak berpikir untuk kembali ke jalan yang benar. Akhirnya orang tersebut akan terus terjerumus ke dalam dosanya dan bahkan melakukan dosa yang lebih besar karena mengikuti bisikan-bisikan setan.

Imam Khomeini, Pendiri Republik Islam Iran dalam bukunyaberjudul"40 Hadist" menulis, "Wahai saudaraku, jangan sampaisetan dan nafsu amarah masuk dalam dirimu, membisikkan dan membesarkan masalah dosa, dan mencegahmu untuk bertaubat ? ketahuilah bahwa dalam hal ini seberapapun ukurannya walaupun sedikit, bertaubat adalah lebih baik. "

Dalam agama Samawi khususnya Islam terdapat ajaran dan perintah untuk meninggalkan dosa. Islam menasihatkan manusia untuk menjaga perkataan dan perbuatannya. Manusia harus memerangi pikiran untuk melakukan dosa, sebab, pikiran buruk akan mendorong perbuatan dan perilaku dosa. Imam Ali as berkata, "Orang yang banyak berpikir untuk melakukan dosamaka iaakan terseret untuk melakukannya."

Berpikir untuk melakukan dosa juga dilarang dalam agama Kristen. Nabi Isa as berkata, "Musa telah melarang kalian berbuat dosa dan aku melarang kalian untuk berpikir melakukan dosa." Dengan demikian, taubat dan menjauhi dosa akan mengantarkan manusia kepada kesempurnaan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.
 
Sumber :

Taubat, Jalan Manusia untuk Kembali (2)

http://zubairitrainer.com/wp-content/uploads/2013/09/taubat.jpg 

***
 
Taubat adalah kembali dari dosa dan bergerak menuju Tuhan. Ketika orang yang berbuat dosa menyadari bahwa pintu taubat terbuka dan ada jalan untuk kembali maka ia tidak akan berputus asa darirahmat Allah Swt. Taubat dalam al-Quran memiliki posisi khusus, di mana banyak ayat al-Quran yang mengisyaratkan tentang taubat dan manfaatnya.

Allah Swt telah memberikan harapan pengampunan dan rahmat-Nya bagi mereka yang telah melakukan dosa. Hal itu dijelaskan dalam banyak ayat al-Quran. Dalam Surat az-Zumar Ayat 53, Allah Swt berfirman, "Katakanlah, ?Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya (bagi orang yang bertobat).` Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Dalam ayat tersebut, Allah Swt menyebut dosa sebagai sebuah penindasan yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya terhadap diri mereka sendiri. Allah Swt menegaskan bahwa orang-orang yang berbuat dosa tidak seharusnya berputus asa terhadap rahmat dan ampunan-Nya, sebab putus asa terhadap rahmat Allah Swt adalah sebuah dosa besar. Oleh karena itu, pandangan tentang harapan dan pengampunan sangat luas di dalam Islam.

Meski Allah Swt membuka selebar-lebarnya pintu taubat, namun taubat mempunyai tahapan. Dalam riyawat Imam Ali as yang tertera di Kitab Nahjul Balaghah disebutkan tentang tahap-tahap bertaubat dan syaratnya. Tahap pertama dalam bertaubat adalah menyesali dengan sebenarnya atas dosa yang telah dilakukan. Rasulullah Saw bersabda, "Penyesalan adalah penebus dosa." Jelas bahwa ketika seseorang bertaubat dan menyesali perbuatan dosanya, maka dalam dirinya akan terjadi sebuah revolusi batindan bergerak menuju jalan kembali. Taubat yang sejati adalah ketika seseorang mengingat pekerjaan buruknya itu ia akan merasa sedih dan menyesalinya.

Tahap kedua adalah orang yang bertaubat itu harus memutuskan untuk tidak melakukan dan mengulangi perbuatan-perbuatan dosanya. Penyesalan sejati seseorang adalah ketika ia berjanji untuk tidak melakukan perbuatan dosanya di masa lalu. Langkah selanjutnyadalam bertaubatadalah mengkompensasi kerugian dan akibat dari perbuatan dosanya. Jika perbuatan buruk seseorang telah merugikan masyarakat, misalnya merugikan harta, nyawa dan martabat seseorang atau melanggar hak-hak orang lain maka ia harus mengembalikan dan menggantinya.

Hal tersebut sama seperti orang yang telah meninggalkan hal-hal yang wajib dalam syariatnya maka ia harus melaksanakannyadi lain waktu. Singkatnya, orang yang bertaubat harus semaksimal mungkin menggantikan kerugian-kerugian akibat kesalahannya di masa lalu. Jika perbuatan buruknya di masa lalu menimbulkan dampak buruk di masyarakat, ia harus berusaha untuk menghilangkan dampak tersebut. Selain itu, ia harus membersihkan fisik dan jiwanya dengan beribadah dan meningkatkan takwa kepada Allah Swt.

Sebagian orang mengira bahwa taubat hanya sekedar meminta ampunan dari Tuhan dan tidak diperlukan untuk meninggalkan dosa serta mengganti akibat-akibat yang ditimbulkandari perbuatan dosa mereka. Mereka mengira taubat hanya sekedar menyesali perbuatan dosa mereka dan hal itu sudah cukup. Padahal taubat sejati adalah tidak ingin mengulang kembali perbuatan dosanya danbertekad untukmenjadi hamba yang layak di sisi Allah Swt.  

***

Sumber :

Taubat, Jalan Manusia untuk Kembali (1)

Taubat, Jalan Manusia untuk Kembali 
 
Salah satu hal yang selalu ada dalam diri manusia adalah kecenderungan untuk mencari Tuhan dan menyembah-Nya. Fitrah manusia cenderung kepadaperbuatan-perbuatan baik dan perilaku yang diridhai oleh Allah Swt. Namun terkadang manusia tenggelam dalam bisikan-bisikan setan dan memilih jalan yang sesat. Dalam kondisi tersebut manusia tidak akan mentaati perintah Tuhan dan tergelincir ke dalam lembah dosa. Meski demikian, Allah Swt tidak akan membiarkan manusia dalam kondisi seperti itu dan Dia telah menunjukkan jalan kepadamanusia untuk kembali ke jalan yang lurus.

Taubat adalah salah satu jalan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lalu dan mencapai ketenangan dalam diri manusia. Taubat secara harfiah bermakna kembali,dan menurut istilah, taubatadalah kembali dari melakukan maksiat dan dosa atau meninggalkan perbuatan dosa itu. Artinya,ruh dan jiwa manusia yang sebelumnyatelahmelewati kehidupan dengan serangkaian sifat-sifat dan kebiasaan buruk, namun setelah terjadi perubahan dalam dirinya, ia meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk itu dan kembali ke jalan yang benar. Imam Ali as berkata, "Setiap engkau melakukan dosa segeralah bertaubat untuk menghapusnya. "

Akhlak yang buruk dan dosa akan membuat hati manusia menjadi gelap dan menghalangi jalannya untuk mencapai kesempurnaanyang merupakan tujuan penciptaan manusia. Akal dan fitrah manusia mengatakan bahwa untuk menjauhi dosa, manusia harus bergerak dan berusahasemaksimal mungkin. Jika tidak, maka titik-titik hitam dosa tersebut sedikit demi sedikit akan menutupi hati manusia dan ia akan jauh dari fitrah sucinya danbahkanterperangkap ke dalam kegelapan.

Jika manusia tidak berusaha untuk menghilangkan kegelapan yang menyelimutinya maka keburukan akan mendominasi hatinya,dantentunyasecara bertahap ia akan jauh dari hakikat keberadaan dan sifat kemanusiaannya. Allah Swt dalam Surat al-Mutaffifin Ayat 14 berfirman, "Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya telah menodai (menutupi) atas hati mereka apa yang selalu mereka usahakan itu. "

Salah satu penyebab sebagian manusia tidak melihat dan menerima kebenaran agama adalah dikarenakan hati mereka diselimuti oleh kegelapan dan noda akibat perbuatan dosa mereka. Cermin yang terkena debu tidak akan pernah dapat memantulkan cahaya kebenaran, bahkan tidak akan mampu menunjukkan sesuatu apapun. Oleh karena itu, sebelum noda tersebut menutupi hati manusia, ia harus berusaha untuk menghapusnya.

***
 
Sumber :